Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Ganong Pdf File

Posted on by

Blog ini memuat semua hal tentang kedokteran untuk post yang ini akan di muat mengenai seluruh ebook yang ada dan akan update selalu bila ada ebook terbaru, so cek terus blog ini ya untuk para pengunjung tinggal mengikuti beberapa step mendownload ebook yang sudah disediakan dibawah. Step 1: klik pada judul ebook yang tersedia dibawah Step 2: setelah klik akan terhubung ke AdF.ly maka klik skip pada pojok kanan atas web tersebut. Step 3: download file langsung ketika terhubung di mediafire Beberapa ebook di yang ada(akan selalu update) 1.

All trademarks are trademarks of their respective owners. Rather than put a trademark symbol after every occurrence of a trademarked name, we use names in an editorial fashion only, and to the benefit of the trademark owner, with no intention of infringement of the trademark. Where such designations appear in this book. Ganong, William F, Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 17, Jakarta: Penerbit. Buku Kedokteran EGC, 1995. Hamilton, Nancy and Kathryn Lutgens, Kinesiology Scientific Basic of Human. Motion, New York: McGraw-Hill Book Company, 2002. Jensen, Clayne R and Gordon W Schultz, Aplied Kinesiology The Scientific.

Buku Ajar Fisiologi Kedokteran

Definisi kenyamanan • 1. Definisi Kenyamanan Kolcaba (1992, dalam Potter & Perry, 2005) megungkapkan kenyamanan/rasa nyaman adalah suatu keadaan telah terpenuhinya kebutuhan dasar manusia yaitu kebutuhan akan ketentraman (suatu kepuasan yang meningkatkan penampilan sehari-hari), kelegaan (kebutuhan telah terpenuhi), dan transenden (keadaan tentang sesuatu yang melebihi masalah dan nyeri).

Kenyamanan mesti dipandang secara holistik yang mencakup empat aspek yaitu: a. Fisik, berhubungan dengan sensasi tubuh. Sosial, berhubungan dengan hubungan interpersonal, keluarga, dan sosial. Psikospiritual, berhubungan dengan kewaspadaan internal dalam diri sendiri yang meliputi harga diri, seksualitas, dan makna kehidupan).

Lingkungan, berhubungan dengan latar belakang pengalaman eksternal manusia seperti cahaya, bunyi, temperatur, warna, dan unsur alamiah lainnya. Meningkatkan kebutuhan rasa nyaman diartikan perawat telah memberikan kekuatan, harapan, hiburan, dukungan, dorongan, dan bantuan. Secara umum dalam aplikasinya pemenuhan kebutuhan rasa nyaman adalah kebutuhan rasa nyaman bebas dari rasa nyeri, dan hipo/hipertermia. Autodesk Inventor 2013 Keygen Download 2016 - Free Torrent.

Hal ini disebabkan karena kondisi nyeri dan hipo/hipertermia merupakan kondisi yang mempengaruhi perasaan tidak nyaman pasien yang ditunjukan dengan timbulnya gejala dan tanda pada pasien. Definisi Nyeri Nyeri merupakan kondisi berupa perasaan yang tidak menyenangkan, bersifat sangat subyektif karena perasaan nyeri berbeda pada setiap orang dalam hal skala atau tindakannya, dan hanya pada orang tersebutlah yang dapat menjelaskan atau mengevaluasi rasa nyeri yang dialaminya. Berikut adalah pendapat beberapa ahli mengenai pengertian nyeri, antara lain; a. Mc.Coffery (1979) mendefenisikan nyeri sebagai suatu keadaan yang mempengaruhi seseorang yang keberaadannya diketahui hanya jika orang tersebut pernah mengalaminya.

Wolf Weifsel Feurst mengatakan nyeri merupakan suatu perasaan menderita secara fisik dan mental atau perasaan yang bisa menimbukan ketegangan. Curton (1983), mengatakan bahwa nyeri merupakan suatu mekanisme bagi tubuh. Timbul ketika jaringan sedang dirusak, dan menyebabkan individa tersebut bereaksi untuk menghilangkan rangsangan nyeri. Scrumum mengartikan nyeri sebagai suatu keadaan yang tidak menyenangkan akibat terjadi rangsangan fisik maupun dari serabut saraf dalam tubuh ke otak dan diikuti oleh reaksi fisik, fisiologis maupun emosional. SIFAT-SIFAT NYERI 1.

Nyeri melelahkan dan membutuhkan banyak energy 2. Nyeri bersifat subyektif dan individual 3. Nyeri tak dapat dinilai secara objektif seperti sinar X atau lab darah 4. Perawat hanya dapat mengkaji nyeri pasien dengan melihat perubahan fisiologis tingkah laku dan dari pernyataan klien 5. Hanya klien yang mengetahui kapan nyeri timbul dan seperti apa rasanya 6.

Nyeri merupakan mekanisme pertahanan fisiologis 7. Nyeri merupakan tanda peringatan adanya kerusakan jaringan 8. Nyeri mengawali ketidakmampuan Persepsi yang salah tentang nyeri menyebabkan manajemen nyeri jadi tidak optimal Secara ringkas, Mahon mengemukakan atribut nyeri sebagai berikut: Nyeri bersifat individu Nyeri tidak menyenangkan Merupakan suatu kekuatan yg mendominasi Bersifat tidak berkesudahan FISIOLOGI NYERI Munculnya nyeri sangat berkaitan dengan reseptor dan adanya rangsangan. Reseptor nyeri yang dimaksud adalah nociceptor, merupakan ujung-ujung syaraf sangat bebas yang memiliki • sedikit myelin yang tersebar pada kulit dan mukosa, khususnya pada organ viseral, persendian, dinding arteri, hati dan kandung empedu. Reseptor dapat memberikan respons akibat adanya stimulasi atau rangsangan.

KLASIFIKASI NYERI 1. Berdasarkan sumbernya a. Cutaneus/ superfisial, yaitu nyeri yang mengenai kulit/ jaringan subkutan. Biasanya bersifat burning (seperti terbakar). (ex: terkena ujung pisau atau gunting) b.

Deep somatic/ nyeri dalam, yaitu nyeri yang muncul dari ligament, pembuluh Darah, tendon dan syaraf, nyeri menyebar & lebih lama daripada cutaneous. (ex: sprain sendi) c. Visceral (pada organ dalam), stimulasi reseptor nyeri dlm rongga abdomen, cranium dan thorak. Biasanya terjadi karena spasme otot, iskemia, regangan jaringan 2. Berdasarkan penyebab: a. Bisa terjadi karena stimulus fisik (Ex: fraktur femur) b.

Terjadi karena sebab yang kurang jelas/susah diidentifikasi, bersumber dari emosi/psikis dan biasanya tidak disadari. (Ex: orang yang marah-marah, tiba-tiba merasa nyeri pada dadanya) Biasanya nyeri terjadi karena perpaduan 2 sebab tersebut 3.

Berdasarkan lama/durasinya a. Nyeri akut biasanya awitannya tiba- tiba dan umumnya berkaitan dengan cedera spesifik.

Nyeri akut mengindikasikan bahwa kerusakan atau cedera telah terjadi. Hal ini menarik perhatian pada kenyataan bahwa nyeri ini benar terjadi dan mengajarkan kepada kita untuk menghindari situasi serupa yang secara potensial menimbulkan nyeri. Jika kerusakan tidak lama terjadi dan tidak ada penyakit sistematik, nyeri akut biasanya menurun sejalan dengan terjadi penyembuhan; nyeri ini umumnya terjadi kurang dari enam bulan dan biasanya kurang dari satu bulan.

Untuk tujuan definisi, nyeri akut dapat dijelaskan sebagai nyeri yang berlangsung dari beberapa detik hingga enam bulan. Nyeri kronik. Nyeri kronik adalah nyeri konstan atau intermiten yang menetap sepanjang suatu periode waktu. Nyeri ini berlangsung di luar waktu penyembuhan yang diperkirakan dan sering tidak dapat dikaitkan dengan penyebab atau cedera spesifik.

Nyeri kronis dapat tidak • mempunyai awitan yang ditetapkan dengan tetap dan sering sulit untuk diobati karena biasanya nyeri ini tidak memberikan respons terhadap pengobatan yang diarahkan pada penyebabnya. Meski nyeri akut dapat menjadi signal yang sangat penting bahwa sesuatu tidak berjalan sebagaimana mestinya, nyeri kronis biasanya menjadi masalah dengan sendirinya. Berdasarkan lokasi/letak a. Radiating pain. Nyeri menyebar dari sumber nyeri ke jaringan di dekatnya (ex: cardiac pain) b.

Referred pain. Nyeri dirasakan pada bagian tubuh tertentu yg diperkirakan berasal dari jaringan penyebab c. Intractable pain. Nyeri yg sangat susah dihilangkan (ex: nyeri kanker maligna) d. Phantom pain. Sensasi nyeri dirasakan pada bagian.Tubuh yg hilang (ex: bagian tubuh yang diamputasi) atau bagian tubuh yang lumpuh karena injuri medulla spinalis Nyeri secara esensial dapat dibagi atas dua tipe yaitu nyeri adaptif dan nyeri maladaptif. Nyeri adaptif berperan dalam proses survival dengan melindungi organisme dari cedera atau sebagai petanda adanya proses penyembuhan dari cedera.

Nyeri maladaptif terjadi jika ada proses patologis pada sistem saraf atau akibat dari abnormalitas respon sistem saraf. Kondisi ini merupakan suatu penyakit (pain as a disease). Pada praktek klinis sehari-hari kita mengenal 4 jenis nyeri: 1. Nyeri Nosiseptif Nyeri dengan stimulasi singkat dan tidak menimbulkan kerusakan jaringan. Pada umumnya, tipe nyeri ini tidak memerlukan terapi khusus karena perlangsungannya yang singkat.

Nyeri ini dapat timbul jika ada stimulus yang cukup kuat sehingga akan menimbulkan kesadaran akan adanya stimulus berbahaya, dan merupakan sensasi fisiologis vital. Intensitas stimulus sebanding dengan intensitas nyeri. Contoh: nyeri pada operasi, nyeri akibat tusukan jarum, dll. Nyeri Inflamatorik Nyeri dengan stimulasi kuat atau berkepanjangan yang menyebabkan kerusakan atau lesi jaringan. Nyeri tipe II ini dapat terjadi akut dan kronik dan pasien dengan tipe nyeri ini, paling banyak datang ke fasilitas kesehatan.

Contoh: nyeri pada rheumatoid artritis. Nyeri Neuropatik • Merupakan nyeri yang terjadi akibat adanya lesi sistem saraf perifer (seperti pada neuropati diabetika, post-herpetik neuralgia, radikulopati lumbal, dll) atau sentral (seperti pada nyeri pasca cedera medula spinalis, nyeri pasca stroke, dan nyeri pada sklerosis multipel). Nyeri Fungsional Bentuk sensitivitas nyeri ini ditandai dengan tidak ditemukannya abnormalitas perifer dan defisit neurologis. Nyeri disebabkan oleh respon abnormal sistem saraf terutama hipersensitifitas aparatus sensorik.

Beberapa kondisi umum memiliki gambaran nyeri tipe ini yaitu fibromialgia, iritable bowel syndrome, beberapa bentuk nyeri dada non-kardiak, dan nyeri kepala tipe tegang. Tidak diketahui mengapa pada nyeri fungsional susunan saraf menunjukkan sensitivitas abnormal atau hiper-responsifitas (Woolf, 2004). Nyeri nosiseptif dan nyeri inflamatorik termasuk ke dalam nyeri adaptif, artinya proses yang terjadi merupakan upaya tubuh untuk melindungi atau memperbaiki diri dari kerusakan. Nyeri neuropatik dan nyeri fungsional merupakan nyeri maladaptif, artinya proses patologis terjadi pada saraf itu sendiri sehingga impuls nyeri timbul meski tanpa adanya kerusakan jaringan lain.

Nyeri ini biasanya kronis atau rekuren, dan hingga saat ini pendekatan terapi farmakologis belum memberikan hasil yang memuaskan (Rowbotham, 2000; Woolf, 2004). STIMULUS NYERI Seseorang dapat menoleransi menahan nyeri ( paintolerance) atau dapat mengenali jumlah stimulasi nyeri sebelu merasakan nyeri (painthreshold).

Terdapat beberaapa jenis sstimulus nyeri, diantaranya; Trauma pada jaringan tubuh Ganguan jaringan tubuh Tumor Iskemia pada jaringan Spasme otot TEORI NYERI Terdapat beberapa teori tentang terjadinya rangsangan nyeri, diantaranya; • ^ teori pemisahan (specificity theory). Menurut teori ini rangsangan sakit masuka ke medula spinalis (spinal cort) melalui kornu dorsalis yang bersinaps da daerah posterior.

Kemudian naik ke tractus lissur dan menyilang di garis median kesisi lainnya dan berakhir di korteks sensoris di tempat rangsangan nyeri tersebut diteruskan. ^ teori pola (pattern theorye). Rangsangan nyeri masuk melalui akar ganglion dorsal ke medula spinalis dan merangsang aktivitas sel. Hali ini mengakibatkan suatu respons yang merangsang ke bagian yang lebih tinggi, yaitu korteks serebri serta kontraksi menimbulkan persepsi dan otot berkontraksi sehingga menimbulkan Persepsi nyeri. Persepsi di pengaruhi oleh modalitas resspons dari reaksi sel.

^ Teori Pengendalian Gerbang ( GATE CONTROL THEORYE ). Menurut teori ini, nyeri tergantung dari kerja serat syaraf besar dan kecil. Keduanya berada dalam akar ganglion dorsalis. Rangsangan pada serat besar akan meningkatkan aktivitas substansia gelatinosa yang mengakibatkan tertutupnya pintu mekanisme sehingga aktivitas sel T terhambat dan menyebabkan hantaran rangsangan terhambat.

Rangsangan serat besar dapat langsung merangsang ke korteks serebri. Hasil persepsi ini akan di kembalikan kedalam medula spinalis melalui serat eferen dan reaksi dan mempengaruhi aktivitas sel T. Rangsangan serat kecil akan menghambat aktivitas sel T yang seelanjutnya akan menghantarkan rangsangan nyeri. ^ teori transmisi dan inhibisi. Adanya stimulus pada neciceptor memulai transmisi impuls nyeri menjadi efektif oleh impuls-impuls syaraf, sehingga transmisi impuls nyeri menjadi efektif oleh impuls-impuls pada serabut-serabut besar yang memblok impuls-impuls pada serabut lamban dan endogen opiate sistem supresif. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NYERI Pengalaman nyeri pada sesseorang dapat di pengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya; *arti nyeri Arti nyeri bagi seseorang memiliki banyak perbedaan dan sampai hampir sebagian arti nyeri merupakan arti yang negatif. Seperti merusak, membahayakan dll.

Keadaan ini di pengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, latar belakang sosial, lingkungan dan pengalaman. *persepsi nyeri • Merupakan penilaian sangat subyektif tempatnya pada korteks. Persepsi ini di pengaruhi oleh faktor yang dapat memicu stimulasi nociceptor. *toleransi nyeri Toleransi ini erat hubunganya dengan adanya intensitas nyeri yang dapat mempengaruhi seseorang menahan nyeri.Faktor yang dapat mempengaruhi peningkatan toleransi nyeri antara lain, alkohol, obat-obatan sedangkan faktor yang dapat menurunkan toleransi antara lain, kelelahan, rasa marah, bosan, cemas, nyeri yang tidak pernah hilang, sakit dll. *reaksi terhadap nyeri Reaksi terhadap nyeri merupakan bentuk respons seseorang terhadap nyeri seperti ketakutan, gelisah, cemas, menangis dan menangis.

Semua ini merupakan bentuk respon nyeri yang dapat di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti, arti nyeri, tingkat persepsi nyeri, pengak=laman masa lalu, nilai budaya, harapan sosial, kesehatan fisik dan mental dll. Masalah-Masalah Pada Kebutuhan Rasa Nyaman (Bebas Nyeri) Masalah-masalah pada kebutuhan rasa nyaman (bebas nyeri) diartikan sesuai klasifikasi nya. Nyeri menurut tempat dan sumbernya • Peripheral pain • Superficial pain (nyeri permukaan) • Dreppain (nyeri dalam) • Defereed ( nyeri alihan) Nyeri fisik: Nyeri fisik disebabkan karena kerusakan jaringan yang timbul dari stimulasi serabut saraf pada struktur somatik viseral.

Nyeri somatic: Nyeri yang terbatas waktu berlangsungnya kecuali bila diikuti kerusakan jaringan diikuti rasa nyeri pada sigmen spinal lokasi tertentu. Nyeri Viseral: Nyeri yang sulit ditentukan lokasi nya karena lokasinya dari organ yang sakit ke seluruh tubuh. Sentral pain/ nyeri sentral thalamik: Nyeri ini terjadi karena perangsangan system saraf pusat,spinal cord,batang otak,dll.

• Psyhcogenik pain: Nyeri yang dirasakan tanpa penyebab mekanik, tetapi akibat trauma psikologis dan pengaruhnya terhadap fisik. Biasanya disebabkan oleh ketegangan otot yang kronis yang terjadi pada klien yang mengalami stress yang lama.

Nyeri menurut sifatnya • Seperti diiris benda tajam • Seperti ditusuk pisau • Seperti terbakar • Seperti diremas-remas 3. Menurut berat dan ringannya • Nyeri ringan: Nyeri yang intensitasnya ringan • Nyeri sedang: Nyeri yang intensitasnya menimbulkan reaksi • Nyeri Berat: Nyeri yang intensitasnya tinggi 4. Menurut waktunya • Nyeri Kronis - Berkembang secara progresif selama 6 bulan lebih - Reaksinya menyebar - Respon parasimpatis - Penampilan Depresi dan menarik diri - Pola serangan tidak jelas. • Nyeri akut - Berlangsung singkat kurang dari 6 bulan - Terelokasi - Respon system saraf parasimpatis - Penampilan: Gelisah, cemas - Pola serangan jelas Faktor-faktor yang mempengaruhi nyeri a. Lingkungan c. Keadaan fisik d. Pengalaman masa lalu e.

Mekanisme penysuaian diri • f. Nilai-nilai budaya g. Penilaian tingkat nyeri h. Skala nilai menurut Mc.

Gill 0 = tidak Nyeri 1 = Nyeri ringan 2 = Tidak menyenangkan 3 = Nyeri menekan 4 = Sangat Nyeri 5 = Nyeri yang menyiksa i. Skala penilaian expresi wajah nyeri (whole dan Wrong) • Skema tubuh (body outline) • Skala numeric 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Penyebab Rasa Nyeri a. Trauma • Trauma mekanik: benturan, gesekan, dll • Trauma thermis: panas dan dingin • Trauma Chermis:tersentuh asam/basa kuat b. Neoplasama • Neoplasama jinak • Neoplasma ganas c. Peradangan: Abses,pleuritis,dll d. Gangguan pembuluh darah e.

Trauma psikologis Teori keperawatan yang membahas tentang kebutuhan dasar manusia yaitu teori keperawatan Virginia Henderson. Virginia Henderson mengidentifikasi 14 kebutuhan dasar manusia (klien), antara lain: 1. Bernapas secara normal 2. Makan dan minum dengan cukup 3. Membuang kotoran tubuh • 4. Bergerak dan menjaga posisi yang diinginkan 5.

Tidur dan istirahat 6. Memilih pakaian yang sesuai 7. Menjaga suhu badan tetap dalam batas normal dengan menyesuaikan pakaian dan mengubah lingkungan 8. Menjaga tubuh tetap bersih dan terawat dengan baik dan melindungi integument 9. Menghindar dari bahaya dalam lingkungan dan yang bisa melukai 10.

Berkomunikasi dengan orang lain dalam mengungkapkan emosi, kenutuhan, rasa takut, atau pendapat-pendapat 11. Beribadah sesuai keyakinan seseorang 12. Bekerja dengan suatu cara yang mengandung unsur prestasi 13. Bermain atau terlibat dalam beragan bentuk rekreasi 14.

Belajar, mengetahui, atau memuaskan rasa penasaran yang menuntun pada perkembangan normal dan kesehatan serta menggunakan fasilitas-fasilitas ksehatan yang tersedia. Dari ke-14 kebutuhan dasar diatas, kebutuhan dasar yang terganggu ketika orang mengalami nyeri yaitu: 1. Bergerak dan menjaga posisi yang diinginkan 2.

Tidur dan istirahat 3. Menjaga tubuh tetap bersih dan terawat dengan baik dan melindungi integument 4. Bekerja dengan suatu cara yang mengandung unsur prestasi 5. Bermain atau terlibat dalam beragan bentuk rekreasi 6. Belajar, mengetahui, atau memuaskan rasa penasaran yang menuntun pada perkembangan normal dan kesehatan serta menggunakan fasilitas-fasilitas ksehatan yang tersedia.

Hal-hal yang terganggu diatas dikarenakan keterbatasan gerak klien akibat nyeri. Kebutuhan dasar manusia menurut maslow yang terganggu akibat nyeri, yaitu: kebutuhan fisiologis (tidur, istirahat, latihan kegiatan, rasa nyaman, kebersihan), kebutuhan keselamatan dan keamanan (bebas dari rasa sakit).

• DAFTAR PUSTAKA Guyton & Hall. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC. Potter & Perry.

Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Jakarta: EGC.

Prasetyo, Sigit Nian. Konsep dan Proses Keperawatan Nyeri. Surakarta: Graha Ilmu. Tucker, Susan Martin.

Standar Perawatan Pasien. Jakarta: EGC.